Masih seperti biasanya, ku duduk termenung di
depan rumah. Tak urung pandangku lepas dari rumah hijau di seberang sana. Rumah
yang selalu nampak sepi, baik pagi, siang, sore apa lagi malam. Sesibuk itukah
semua penghuninya? Apa tak ada sedikit saja dari kehidupan mereka untuk
bersosialisasi?
Sudahlah, bukan urusanku. Mungkin benar kata
teman-temanku, kamu hanya masa laluku. Ya orang yang bertempat tinggal di rumah
itu. Sesorang yang dulu benar-benar aku sayangi atau bahkan hingga saat ini.
Aku juga tak tahu.
Lima bulan sudah kujalani hidupku tanpanya.
Tetap saja masih susah bagiku untuk melupakan sosok yang kini benar-benar semu
itu.
Kembali lagi pada malam ini, saat aku lihat
rumah itu terlintas semua tentangmu. Tentangmu yang dulu. Ketika kita bersama.
Melewati berbagai peristiwa. Rumah yang selalu aku hampiri ketika pulang
sekolah. Hanya untuk menyatakan kamu baik-baik saja. Membawakanmu makanan,
mengerjakan peermu, bersenda gurau, atau sekedar membereskan rumahmu. Namun
sekarang, sudah tidak lagi. Itu hanya rangkaiannya cerita yang bisa aku ingat
hingga nanti kau benar-benar bukan milikku lagi.
Mungkin saat ini kau bukan milikku, tapi
sosokmu yang datang dan pergi akhir-akhir ini membuatku risau, bingung dan
bimbang untuk memikirkan apa yang sebenarnya kamu harapkan dariku.
Mempermainkanku? Atau kau benar-benar tak bisa jauh dariku?
Memang aku mencintaimu, tapi apa ini yang
namanya cinta? Ketika kamu telah benar-benar setia dan cinta mengkhianatimu
(berkali-kali)? Tapi bukan ini yang aku mau, kamu memang ada di sampingku tapi
kamu tak pernah seutuhnya untukku. Bila kamu memang benar-benar ingin pergi,
pergilah, aku ikhlas dengan semua keputusanmu untuk memilih yang lain yang jauh
lebih sempurna dariku. Tapi aku mohon, jangan kembali seperti ini lagi, kamu
kembali di hadapanku dengan segala kenyamanan yang tak bisa aku miliki
seutuhnya karena kamu bukan milikku.
Sekarang mungkin aku telah melemah, karena aku
takluk dihadapanmu, dan sekarang juga kamu pergi meninggalkanku lagi. Sebodoh
inikah aku? Kapan ini berakhir? Kamu menyiksaku, benar-benar menyiksaku. Sakit
bila kamu tahu. Hmm, jangan tahu, rasakan bila kamu mampu.
Ini hanya kenangan saat aku menatap ruma
diseberang itu. Akan selalu ku tatap untuk malam-malam berikutnya, agar aku tak
lupa dengan semua ceritanya sebelum aku benar-benar pergi meninggalkanmu
sayang.
Ya mungkin saat ini aku hanya seorang gadis
yang bisanya hanya merengek, menangis, maaf bila yang aku rasakan ini membuatmu
risih. Dan aku harap cerita segera berujung ...
della membuat galau :(
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMaaf:') ini kan hanya cerita
BalasHapus