Jelas di otakku
tentang semua tingkah konyolmu yang selalu kau lakukan di hadapanku. Entah
ketika kita tengah asik makan lalu kamu memeragakan seolah olah kamu gak pernah
makan selama berabad-abad. Dengan muka sok bergairah. Bibir yang belepotan
dengan bunyi “cap...cap...cap”. tidak sedikitpun terasa ilfil bagiku, aku malah
mengagumi sosokmu.
Belum lagi ketika
kamu tengah sakit dengan semua sikap manjamu. Minta disuapin, minta dibeliin
makanan yang itulah yang inilah. Semua pun kulakukan. Hanya untuk membuat sehat
dan tersenyum.
Atau ketika aku
lagi berkunjung ke rumahmu saat malam hari. Biasanya kita menikmati malam
berdua di depan rumah sambil memandang bintang dilangit. Manis sekali. Sesekali
kamu mengankat celana yang kamu kenakan hingga sebatas panggul. Lebih mirip
celana dalam sebenarnya. Tapi kamu tak pernah malu. Kamu berlenggalk lenggok
bak model di atas catwalk sambil mengayun ayunkan tanganmu hingga aku tertawa
lepas. Tanpa sadar kamu pun meraih tubuhku dan memelukku hangat. Ingat?
Ada juga ketika
kamu mulai bingung dengan tugas sekolahmu yang seabrek. Mungkin awalnya kamu
menolak bantuanku dengan alasan gengsi. Tapi juga nanti kamu juga akan meminta
bantuanku juga. Waktu itu sampai sampai peer satu kelas yang aku kerjakan. Tapi
aku lakukan sajalah untukmu. Kapan lagi aku bisa membantu kamu dan
teman-temanmu?
Semua cuma memori
memori kecil yang sebenernya pahit untuk ku ingat. Tapi aku benar benar tak
ingin melupakan itu. biRLh semua tersimpan rapi dalam tulisan dan otak ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar