Saat
semua rahasiaku telah kamu ketahui, akankah terbesit sedikit saja di fikiranmu
untuk kembali menengok ke belakang? Ya ke masa itu. Masa lalu yang indah
bagiku. Akankah? Jawablah. Aku hanya bertanya, bukan untuk memastikan harapan
semu itu.
Aku
tidak ingin mengakhiri segala sesuatu yang berkaitan denganmu, tapi kenapa
tidak pernah kau gubris perhatianku saat itu
hingga aku berfikir , aku harus mengakhiri segalanya. Ya segala
tentangmu. Ini yang terakhir ku tulis tentangmu. Tentang kita. Tentang masa indah
kita. Ya yang terakhir.
Sampai
kalanya tiba, bukalah beberapa lembar dari tulisan ini, bacalah, bacalah isi
hatiku untukmu. Saat kau sadari apa yang aku rasakan begitu dalam mungkin aku
telah benar-benar jenuh untuk memikirkanmu. Mungkin juga aku telah berpaling.
Disampingku
telah kutemukan penggantimu.
Namun
dihatiku tak sepenuhnya miliknya, hanya ragaku bukan jiwaku.
Mungkin
butuh waktu lebih bagiku untuk menyiasati ini semua agar aku benar-benar lupa
pada sosokmu. Tapi secuil doa dalam sujudku akan terus mengiringimu, memelukmu
dari jauh, dan doa itu yang akan menjagamu saat aku tak bisa ada di hati dan
fikiranmu.
Sekarang
bantu aku perlahan untuk membencimu. Perlahan saja. Dan doakan apa yang aku
pilih ini adalah yang terbaik bagi kita. Aku dan kamu.
Sesekali
aku akan menyapamu, tapi nanti, nanti ketika kamu akan bingung siapa sosok yang
menyapamu kala itu, dan kamu mencoba mengingatnya.
Aku
akan bercerita tentang hatiku padamu, tentang susah senangku saat aku
bersamanya bukan bersamamu. Dengarkan aku ya? Hanya kamu yang aku percaya untuk
mendengarkan itu nanti. Ya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar