Bukan satu, dua
juga bukan, apalagi tiga. Tapi ada beribu ribu kenangan yang kamu tinggalkan
dibenak ini. Ya hanya kamu tinggalkan begitu saja dengan luka menganga. Tanpa
kamu sadar kamulah yang menjadi dalang ini semua. Tak apa, aku tak marah.
Tersenyumlah ketika kamu membaca ini, tersenyumlah karena memori otakmu kini
telah meproses ulang semua kenangan kenangan masa lalu kita itu. Bila usai
diproses maka lanjutkan untuk kembali meredresh semua sebab ketika kamu tengah
asyik membaca pastikan terselip sebuah air yang menetes dari relung hatimu yang
paling dalam.
Bahagialah kamu
bersamanya, mungkin kebahagian yang kamu miliki sekarang itu, yang tak pernah
kau dapat dulu ketika bersamaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar