Pernah Tidak ? (part2)
pernah tidak kamu memutuskan untuk berhenti mencintai.....dan itu susah.
disaat semua kenangan telah terukir sempurna. kamu dan aku.
ini tidak sulit ketika semua seperti yang kita harapkan.
namun ketikatakdir menginginkan lain, semua hilang.
sama seperti sekarang, aku sendiri, tanpamu.
atau mungkin tidak benar-benar sendiri. karena masih ada memori masa lalu kita bersamaku.
bagiku, bukan bayangmu benar yang menyiksaku untuk melupakanmu, namun masa lalu indah kita yang menyiksa batin dan fikiranku.
terkadang aku sadar, apa yang lakukan semua sia-sia, mengingatmu, mengenangmu, menangisimu, hingga aku lupa diri. tapi aku tak pernah menyesal akan hal itu.
ini bukan sekedar kata-kata, ini ungkapan hati.
hati yang telah tergores dengan setumpuk pengkhianatanmu.
aku tak pernah membencimu, aku juga tak pernah marah padamu. kenapa?
karena aku tulus, cinta dan benciku tak dapat kurasakan.
terlalu dalam cinta ini padamu, tapi kamu tak pernah menganggap yang aku rasakan ini adalah benar.
disakitimu tak pernah membuatku jera. jera untuk mencintaimu.
saat aku ingat awal kita berkenalan, sampai saat ini aku tak pernah menyesal dengan semua yang telah terjadi.
semua menjadi rantaian cerita yang akan aku ceritakan pada anak cucuku kelak.
akan ku ceritakan betapa bodohnya aku saat aku benar-benar mencintaimu.
betapa bodohnya aku saat aku benar-benar takluk akan kedatanganmu.
cinta kita tak akan pernah usai.
aku yakin itu ...
disaat semua kenangan telah terukir sempurna. kamu dan aku.
ini tidak sulit ketika semua seperti yang kita harapkan.
namun ketikatakdir menginginkan lain, semua hilang.
sama seperti sekarang, aku sendiri, tanpamu.
atau mungkin tidak benar-benar sendiri. karena masih ada memori masa lalu kita bersamaku.
bagiku, bukan bayangmu benar yang menyiksaku untuk melupakanmu, namun masa lalu indah kita yang menyiksa batin dan fikiranku.
terkadang aku sadar, apa yang lakukan semua sia-sia, mengingatmu, mengenangmu, menangisimu, hingga aku lupa diri. tapi aku tak pernah menyesal akan hal itu.
ini bukan sekedar kata-kata, ini ungkapan hati.
hati yang telah tergores dengan setumpuk pengkhianatanmu.
aku tak pernah membencimu, aku juga tak pernah marah padamu. kenapa?
karena aku tulus, cinta dan benciku tak dapat kurasakan.
terlalu dalam cinta ini padamu, tapi kamu tak pernah menganggap yang aku rasakan ini adalah benar.
disakitimu tak pernah membuatku jera. jera untuk mencintaimu.
saat aku ingat awal kita berkenalan, sampai saat ini aku tak pernah menyesal dengan semua yang telah terjadi.
semua menjadi rantaian cerita yang akan aku ceritakan pada anak cucuku kelak.
akan ku ceritakan betapa bodohnya aku saat aku benar-benar mencintaimu.
betapa bodohnya aku saat aku benar-benar takluk akan kedatanganmu.
cinta kita tak akan pernah usai.
aku yakin itu ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar